Gaza, Gatra.com – Hamas merilis laporan setebal 16 halaman berjudul “Narasi Kami” dan diterbitkan pada hari Minggu (21/1). Lewat laporan itu mereka ingin “mengklarifikasi” latar belakang dan dinamika serangan mendadak yang mereka sebut sebagai Operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023.
Dalam laporan publik pertamanya sejak serangan tersebut, Hamas mengatakan bahwa hal itu merupakan “langkah yang diperlukan dan respon yang normal untuk menghadapi semua konspirasi Israel terhadap rakyat Palestina”.
Pada tanggal 7 Oktober, para pejuang Hamas menyerbu komunitas-komunitas di sepanjang perbatasan selatan Israel dengan Gaza.
Dalam laporan itu, Hamas mengatakan bahwa ada “kesalahan” dalam serangan 7 Oktober ke Israel selatan, namun mengklaim bahwa para pejuangnya hanya menargetkan tentara Israel dan orang-orang yang membawa senjata.
Mungkin Ada Beberapa Kesalahan
Seperti dikutip laman Al Jazeera, laporan tersebut mengatakan bahwa Hamas berencana untuk menargetkan situs-situs militer Israel dan menangkap para tentara, yang dapat digunakan untuk menekan pihak berwenang Israel agar membebaskan ribuan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Kelompok tersebut mengatakan bahwa menghindari melukai warga sipil “adalah komitmen agama dan moral” oleh para pejuang sayap bersenjata Hamas, Brigade Al Qassam.
“Jika ada kasus penargetan warga sipil, hal itu terjadi secara tidak sengaja dan dalam proses konfrontasi dengan pasukan penjajah,” tulis laporan tersebut.
Laporan itu menambahkan bahwa “mungkin ada beberapa kesalahan yang terjadi” selama serangan itu “karena runtuhnya sistem keamanan dan militer Israel dengan cepat, dan kekacauan yang ditimbulkan di sepanjang wilayah dekat Gaza.
“Banyak warga Israel yang terbunuh oleh tentara dan polisi Israel karena kebingungan mereka,” tambahnya.
Isu tentang pembunuhan warga sipil Israel oleh tentaranya sendiri sudah diungkapkan media Israel beberapa pekan setelah peristiwa itu. Pada Desember seorang saksi mata bernama Yasmin Porat menceritakan pembunuhan 14 orang Yahudi oleh tank Israel kepada Channel 12.
Mengutip sumber-sumber polisi, Media Israel Haaretz melaporkan bahwa sebuah helikopter Israel juga menembak orang-orang Israel yang hadir dalam festival musik saat menanggapi serangan Hamas.
Gaza Paska Perang
Laporan Hamas juga membahas masalah Gaza pasca-perang, sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggandakan penentangannya terhadap kenegaraan Palestina.
“Kami menekankan bahwa rakyat Palestina memiliki kapasitas untuk menentukan masa depan mereka dan mengatur urusan internal mereka,” kata laporan itu, seraya menambahkan bahwa “tidak ada pihak manapun di dunia ini” yang memiliki hak untuk memutuskan atas nama mereka.
Laporan tersebut juga mencantumkan alasan-alasan yang menyebabkan serangan tersebut, mengutip kampanye pembangunan permukiman Israel “dan Yahudisasi tanah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki”, dan pembunuhan ribuan warga sipil Palestina dari tahun 2000 hingga tahun ini.
https://ouo.io/PaZSNH

Leave a comment